MONOLOG HATI

“Dunia penuh dengan teka-teki
Sebagian harus dicari
Sebagiannya lagi biarlah waktu menjadi solusi”

“Hidup bukan panggung sandiwara, ia adalah pentas kontribusi, kita harus mengambil peran walaupun tidak bersandiwara.”

“Bila kau lihat semua jalan buntu
berikanlah sedikit waktu
niscaya kau menemui cahaya itu.”

“Sejarah akan berulang
itu adalah keniscayaan
Sambutlah ia ketika datang
untuk menjadi bagian dari perbaikan”

“Pahlawan tidak bertanya mengapa dia harus berbuat lebih, dia hanyak akan bertanya mengapa tidak berbuat lebih.”

“Jika waktu terasa begitu cepat, mungkin karena kau berjalan begitu lambat.”

“Mayoritas pria menyejarah di seluruh dunia memiliki satu kesamaan, mereka memiliki cinta kepada wanita yang juga menyejarah bagi dirinya.”

“Awal hidup adalah pemberian, jalannya adalah perjuangan, resikonya adalah pengorbanan, motivasinya adalah cinta, dan akhirnya adalah pilihan.”

“Sebagian besar manusia tidak pernah menghargai apa yang benar-benar dimilikinya hingga ia benar-benar menghilang darinya.”

“Semua yang sudah dilalui adalah sejarah, dan sejarah tidak bermanfaat sedikitpun kecuali sebagai pelajaran dalam menghadapi hari ini dan esok hari.”

“Kerja kepahlawanan dari para pahlawan besar selalu dimulainya sendiri, dan akan diakhiri bersama atau oleh para pengikut setianya.”

“Empat orang yang menyebabkan dunia menjadi lebih sempit, yaitu orang yang tidak bisa membedakan antara: 1.berbicara dan berteriak 2.penting atau tidak 3.serius atau bergurau 4. perasaan pria atau wanita.”

“Cinta bagaikan cahaya di dalam kegelapan. Jika kurang atau tidak terarah, kita tidak dapat melihat jalan. Jika berlebih atau salah arah, justru dapat membutakan. Hanya dengan intensitas yang cukup dan arah yang benar dapat memberikan kita petunjuk jalan.”

“Jika menemukan batu penghalang dalam perjalanan, maka singkirkanlah jika mampu. Jika terlalu besar untuk disingkirkan, maka pecahkanlah dengan berbagai cara. Jika terlalu besar untuk dipecahkan, maka carilah jalan lain. Karena waktu kita tidak banyak, sementara kita tak layak untuk berhenti di sana.”

“Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang patut dicari, karena ia tak pernah menghilang dari dalam hati. Hanya saja kadang kita yang tidak memilihnya untuk menjadi bagian dari kehidupan.”

“Tak masalah berapa kalipun terjatuh, selama selama masih bangkit kembali. Tak peduli seberapa sering tergelincir, selama masih mau diperbaiki. Tak mengapa terluka ribuan kali, selama masih bisa diobati. Kita akan terus bertahan di perjalanan ini, karena hanya dengan jatuh, tergelincir, dan terluka kita menamai jalan ini dengan satu nama: Perjuangan.”

“Sahabat bagaikan sebuah pelangi
yang memberikan warna hidup & menghiasi hati
maka hargailah sebelum ia pergi
karena pelangi yg sama takkan muncul dua kali”

“Separah apapun kita menderita penyakit lupa, tak boleh kita lupakan 2 hal: 1.Siapa kita 2.Untuk apa kita hidup.”

“Keputusan tanpa rencana adalah kecerobohan, tapi rencana tanpa keputusan adalah sia-sia.”

“Lima hal yg mnjadikan Indonesia sulit maju: 1.kmewahn lbh dkagumi drpd kesederhanaan 2.keinginan lbh dikuti dari pada kbutuhan 3.perbedaan lbh didahulukan darrpada persamaan 4.selebritis lbh dihargai daripada ilmuwan 5.kekuasaan lbh dianggap sbg anugrah daripada amanah”

“tak ada perjuangan tnpa pengorbanan, tak ada pengorbanan yg brharga tnpa keikhlasan, dan keikhlasan tak prnah brtemu dg kekecewaan”

“Siapa yg sakit tak bisa mengobati, yg tak mengerti tak bisa mengajari, dan yg tak punya tak bisa memberi apa-apa”

“prtarungan antara kebaikan dan kburukan mgikuti hukum kekekalan energi, tidak pernah hilang, hanya berubah bentuk. dimulai dari dlm hati, pertarungan lisan, fikiran, hingga fisik. ketika salah satu memenangi pertarungan, kembali pd pertarungan dlm hati”

“siapa yg selalu mementingkan diri sndiri dan mgejar kekayaan dunia tdk akan pernah kaya, dan kalaupun mendapat kekayaan akan selalu merasa miskin”

“manusia yg plg sempurna adlh yg secara smpurna memahami bahwa ia tdk sempurna”

“siapa yg plg banyak mengingat kebaikan org lain, akan plg banyak diingat kebaikannya oleh org lain. siapa yg plg banyak mengingat kesalahan org lain akan plg banyak diingat kesalahannya oleh org lain”

“doa dan restu dari org2 yg tulus adl harta yg tak ternilai, berkah yg tersembunyi, dan nikmat yg tak disadari”

“kemerdekaan ada di dalam hati, karenanya ia tak terganti, kemerdekaan adalah jiwa, karenanya ia penuh makna, kemerdekaan di dunia adalah fana, karenanya hanya kematian terbaiklah yg benar2 menjadikan kita merdeka”

“jika hati adl sebuah buku, maka tebalnya buku itu setingkat dg kelapangan hati. Maaf bukanlah mghapus coretan2 yg salah, karena sebaik apapun sebuah pghapus, akan tetap ada jejak coretan itu.Maaf adalah menyobek lembaran itu dan memulainya dg lembaran yg baru”

“dalam kehidupan, setiap akhir adalah awal. maka akhir yg baik menjadi tak berguna jika di saat yg sama langkah awal dilakukan dg buruk”

“melihat dari sudut pandang tak biasa, berfikir dg cara yg berbeda, memahami dg beragam makna, berbuat tanpa banyak kata-kata, berbicara untuk mengajak yg lainnya. jika karunia turun padanya, org seperti ini akan mengubah dunia”

“berdiam sejenak diterminal khdupan,melihat pintu2 yg msh drapatkan,jalan2 yg belum lg tersinarkan, menanti dtgnya cahaya dihadapan,hingga tiba waktu kukatakan, saatnya lanjutkan perjalanan”

“memandang cermin adalah pekerjaan rutin para pengubah dunia, karena teman terbaik sekaligus musuh terbesarnya adalah org yg dipandangnya di dalam cermin”

“Aku berdebat dalam sepi
hanya ada kanan dan kiri
kubilang kutersesat, dijawabnya kau tak mencari
kubilang kulemah, dijawabnya kau tak melawan
kubilang ku tak mampu, dijawabnya kau tak berusaha
kubilang kutertipu, dijawabnya kau membiarkan
kubilang ku tak terima tuduhan org lain, dijawabnya memang saksi bg tiap jiwa adl dirinya sendiri”

“suka adalah rasa ingin memiliki..sayang adalah rasa telah memiliki..kasih adalah rasa ingin memberi..sedangkan cinta adalah rasa ingin menyerahkan diri…”

“jika tak sanggup untuk menjadi yang terbaik, maka cukuplah menjadi salah satu di antaranya..”

*catatan dari seorang presiden mahasiswa IPB.

5EL4m4T iDuL kUrB4n

berduyun-duyun kita pulang ke kampung. jalanan macet masya Allah, kaga ketulungan. besok lebaran cuy jangan pada manyun. Idul Adha dateng, nyok kita semangat berkurban.

hehehe.. so sorry yaa garing. tidak pandai berpantun sih.


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430 H.

semoga kita bisa senantiasa meneladani kecintaan Nabi Ibrahim as dan Ismail as diatas segala-galanya kepada Tuhannya.

Yuks, kita belajar dari Ibrahim as, belajar takwa kepada Allah. Belajar dari Ibrahim as, belajar untuk mencintai Allah.

cinta pertama dan terakhir

suka sama lagu ini, no reason!

sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih

sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku

pintaku padaMU

Ya Rabbku, bantulah aku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyendiri manakala aku lemah dan cukup berani untuk menhadapi diri ini sendiri manakala aku takut.

Manusia yang senantiasa memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan. Rendah hati serta jujur dalam kemenangan.

Bentuklah aku menjadi manusia yang kuat dan mengerti bahwa mengetahui dan mengerti akan dirinya sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.

Ya Rabb, janganlah aku Engkau bimbing dijalan yang lemah.. biarlah Kau bimbing dibawah tempa dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah aku agar tegak berdiri ditengah badai. Berbelas kasih pada mereka yang jatuh.

Bentuklah aku menjadi manusia berhati bening dengan cita yang meninggi langit. Seorang bayu yang menjangkau hari depan namun tidak melupakan masa lampaunya dan setelah segala menjadi milikku, semoga aku dilengkapi dengan hati yang ringan serta akan selalu bersungguh hati.

Berikan kepadaku kerendahan hati, kesederhanaan dari keagungan hakiki. Pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan, kelembutan dan kekuatan yang sebenarnya.

dan aku berbisik pada diriku sendiri,, HIDUPMU TIDAK SIA-SIA BAYU!

yes, i’m back!

spongebob-wallpaper-02huwaa.. berasa baru terbangun dari tidur panjang. akhirnya bisa kembali menulis lagi. hehe :)

Alhamdulillah.. thanks Allah, atas semua privilege yang Engkau berikan. teguran keras atas semua kesalahan dan kelalaian yang senantiasa diperbuat. Saya percaya tersimpan berjuta hikmah dibalik skenario maha dahsyat yang telah Engkau tetapkan pada hamba.

yes, i’m back!

sungguh saya tidak perlu menanggapi celaan orang-orang yang merasa iri padaku. karena diriku sendiri telah menjadi hukuman yang menyusahkan mereka.

namun, ingin rasanya saya meminta maaf kepada semua yang pernah merasa tersakiti oleh diri ini. semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang diridhoiNYA. aminn..

KENAPA TIDAK MINTA YANG TERBAIK?!

eramuslim – Manusia memang tidak pernah luput dari yang namanya “menyesal”. Setelah menyesal, barulah dia merasa sedih dan memohon ampun pada Sang Khalik. Memang seperti itulah kodratnya. Tetapi bagi hamba yang telah mencapai titik keimanan yang lebih, tentunya ia tidak akan mengalami hal seperti diatas, dia akan pasrah kepada-Nya, dan menerima semua keputusan-Nya dengan lapang dada, sehingga tidak tampak penyesalan di wajahnya.

Manusia memang diberi nafsu oleh Allah Swt. Jika nafsu itu bisa dikelola dengan baik, artinya apa yang diinginkannya semata-mata adalah untuk mencapai keridhoan-Nya, maka apapun hasilnya, insya Allah, akan menyenangkan. Lain halnya jika manusia bernafsu akan suatu hal, tetapi ia tidak mengelolanya dengan baik, maka hasil apapun yang diberi Allah dianggapnya sebagai suatu tanda bahwa Allah tidak sayang lagi padanya.

Manusia hanya manusia pemikir, begitu kata teman saya, semuanya akan kembali kepada Allah juga. Ketika usaha sudah kita lakukan dengan segenap kemampuan kita, sudah sepatutnya semua hasilnya pun kita serahkan pada Allah, tidak lantas memaksa Allah untuk mengabulkan apa maunya kita sendiri. Allah Maha Tahu segalanya, apa yang ada di hati kita Dia tahu, apa yang terbaik untuk kita jelas Dia sangat tahu. Kenapa masih saja kita memaksakan suatu keinginan kepada-Nya?

Seringkali kita baca ayat yang menyebutkan bahwa, apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, dan apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah, tapi kenapa pula kita seringkali tidak merealisasikan ayat tersebut?

Banyak rahasia Allah yang tidak kita ketahui, mungkin dibalik apa yang buruk menurut kita, Allah menyimpan suatu keberhasilan untuk kita di kemudian hari. Atau sebaliknya, mungkin dibalik apa yang baik menurut kita tersimpan suatu kegagalan di hari depan, sehingga tidak Ia kabulkan apa yang kita minta tersebut.

Sudah sepantasnya kita ber-husnudzon kepada Allah. Tidak berat rasanya di setiap do’a kita meminta Allah memberikan yang terbaik untuk hari depan kita, beratkah mengucapkan sebaris kata-kata itu? Mungkin berat karena hati kita masih dikuasai oleh nafsu. Nafsu yang menyelimuti hati punya porsi lebih besar dari kepasrahan kita kepada-Nya. Coba kita latih untuk bisa mengucapkan kalimat itu di hadapan-Nya, setiap kita berdo’a. Jika kita sudah mampu mengatakannya, insya Allah, hati kita telah pasrah kepada-Nya dan insya Allah hasil apapun yang Allah berikan akan dapat kita terima dengan ikhlas dan lapang dada. Allah pun, insya Allah, akan memberikan pahala buat kita. Amiin.

Berdo’a apa saja memang Allah anjurkan, asalkan itu adalah kebaikan. Tapi tidak ada salahnya jika di setiap akhir do’a kita sisipkan kata-kata itu, sehingga hati lebih tentram. Saya yakin hasil apa pun yang akan Allah berikan akan dapat kita terima dengan ikhlas dan menjalaninya pun akan dengan senang hati.

Mulailah untuk dapat meminta yang terbaik kepada Allah, jangan sampai kita terbelenggu oleh nafsu kita sendiri. Ingat, Allah Maha Tahu dan akan memberi yang terbaik untuk hamba-Nya yang beriman. Wallahu’alam bishowab.

Terimakasih ya Allah, hamba tahu inilah yang terbaik untuk hamba.. :)

COBALAH MENCINTAI-NYA

eramuslim – Cinta mungkin sebuah kata agung yang paling sering membuat seseorang tergugu di hadapannya. Segala teori dan argumentasi yang dilontarkan akan lumpuh begitu saja saat kita sendiri yang mengalami bagaimana hebatnya cinta itu mempengaruhi diri kita. Mungkin sulit dipahami bagi orang yang sedang tak mencinta, bagaimana rasa cinta itu menjelma menjadi ratusan ribu pulsa telepon, berlimpahnya waktu untuk menunggu yang terkasih walau kita sedang dalam deadline ketat, terbuka lebarnya mata mengerjakan tugas-tugas demi membantu yang tersayang. Bongkahan pengorbanan yang tak rela dipecahkan…

Merasakan cinta seperti merasakan hangatnya matahari. Kita selalu merasa kehangatan itu akan terus menyirami diri. Setiap pagi menanti mentari, tak pernah terpikirkan akan turun hujan atau badai karena kita percaya semua itu pasti akan berlalu dan mentari akan kembali, menghangati ujung kaki dan tangan yang sedikit membeku. Mentari ada di sana, dan dia pasti setia.

Terkadang kita lupa, matahari yang hidup dan mengisi hidup itu adalah hamba dari Penguasa kehidupan, kehidupan kita, kehidupan matahari. Satu waktu matahari harus pergi, walau ia tak pernah meminta, walau pinta tak pernah kita ucapkan. Jadi, ia akan pergi, apapun yang terjadi. Karena ini adalah kehendak-Nya. Segala yang ada di dunia ini tidak pernah abadi, karenanya ia bisa pergi. Selamanya, bukan sementara. Inilah dunia. Senang atau tidak, kita hanya bisa terima. Mungkin kita ingin protes, ingin teriak; betapa tak adilnya! Tapi kita cuma akan dijawab oleh tebing karang yang bisu, atau lolongan anjing dari kejauhan yang terdengar mengejek. Mungkin kita kecewa dan ingin mengakhiri hidup. Mungkin kita begitu ingin memukul, tapi cuma angin yang bisa dikenai. Sekarang coba dulu lihat, apakah itu mengubah apa pun? Tak ada yang berubah kecuali semakin dalamnya rasa sakit itu.

Maka ketika kuasa-Nya yang mutlak menjambak cinta sementara kita pada matahari, kita bisa apa? Karena kita cuma hamba, kita cuma budak! Kita hanya bisa menelan kepahitan yang kita ciptakan sendiri.
Mungkin yang perlu kita jawab; mengapa kita melabuhkan cinta begitu besarnya pada manusia? Padahal kita tahu tak ada yang abadi di dunia ini. Mengapa?

Allah menciptakan cinta di antara manusia. Dia yang paling hebat, paling tahu bagaimana cinta itu, bagaimana mencintai, bagaimana dicintai. Kenapa kita begitu sok, merasa paling mencintai, merasa paling dicintai, merasa memiliki segalanya dengan cinta. Padahal cinta itu cuma dari manusia, untuk manusia. Dan suatu hari cinta itu akan hilang. Mungkin tak cuma pupus, tapi tak berbekas, tak berjejak. Hanya cinta yang begitukah yang kita inginkan?

Kenapa kita tak mencoba raih matahari cintanya Allah, yang tak pernah tenggelam dan tak pernah sirna. Tak pernah usang, tak hancur, dan tak akan pernah sia-sia. Mencintai Allah? Terlalu abstrak, terlalu aneh. Masa’? Itu karena kita tak pernah merasa dekat, tak pernah berusaha mendekati-Nya. Allah menjadi asing karena kita memposisikan Allah sebagai sesuatu yang berada di langit yang tinggi. Cinta yang hanya mekar semusim lalu luruh tak berbekas, bahkan wanginya. Percayalah… cinta yang ditawarkan-Nya tak pernah menguncup, mekar, atau luruh. cinta-Nya abadi, mekar selamanya. Dan Dia akan memberi kita cinta dari manusia. Mentari itu terus di sana, kapan dan di manapun kita ingin merasakan hangatnya. Kita punya cinta dari Allah.

Apakah kita tak berniat membalas ketulusan cinta itu?

CINTA PALSU

eramuslim – Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).

Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.

Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.

Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.

Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.

Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.

Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..

Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.

Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan

Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…

Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:

1) Iman yang kuat

2) Ikhlas dalam beramal

3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.

ALPHA – OMEGA

Bismillah, mantab sudah..!!!
Jika ini jalannya, maka takkan ku mundur barang sejengkalpun…

detikcom : Menhut Jadi Saksi Nikah, Mas Kawin 500 Bibit Jati

title : Menhut Jadi Saksi Nikah, Mas Kawin 500 Bibit Jati
summary : Sudah menjadi kebiasaan, bila mahar atau mas kawin untuk ijab kabul pernikahan berupa emas, uang. Yang menarik, bila mas kawin itu berupa bibit pohon jati. (read more)