secercah asa dari atas kereta


Naik kereta api, tut..tut.. tut.. siapa hendak turut. ke Bandung, Surabaya… bolehlah naik dengan percuma. Ayo kawanku lekas naik kretaku tak berhenti lama.
Lirik lagu diatas pasti udah ga asing lagi buat kita. Lagu wajib yang diajarin semasa kanak-kanak dulu. Kereta api memang sungguh fenomenal adanya. Transportasi umum yang masih menjadi primadona baik di dalam maupun luar negeri. Bagi rakyat Indonesia tak terkecuali. Naik kereta bukan saja cepat namun juga relatif lebih murah jika dibandinkan bus atau pesawat.
Alhamdulillah, kemarin saya bisa kembali merasakan sensasi berkereta. KA Express Kertajaya kelas ekonomi yang begitu merakyat menemani perjalanan saya dari Surabaya menuju Jakarta. Perjalanan panjang dengan jarak tempuh kurang lebih 14 jam dengan tarif 43500 rupiah per-orang yang begitu berkesan. Walau dalam keadaan sendiri, tak perlu galau ataupun sedih. Niscaya di dalam kereta kita akan menemukan banyak teman baru dan suguhan pemandangan serta suasana sirup pikuk yang tak akan membuat kita kesepian. Bagaimana tidak, jumlah kuota tempat duduk yang tersedia dalam satu gerbong ternyata masih kurang untuk menampung animo masyarakat yang ingin naik kereta, sehingga mereka pun rela membeli karcis tanpa tempat duduk selama perjalanan. Perjalanan sejam dua jam mungkin tak jadi masalah, tapi ini 14 jam! walhasil, setiap ada sudut kosong di dalam gerbong dapat dipastikan terisi penuh oleh penumpang, tak terkecuali di dalam kamar mandi, saya ulangi di dalam kamar mandi.

Senangnya bukan, banyak yang menemani perjalanan kita :D

Saat mengalami kondisi kelaparan di dalam perjalanan pun, eitz.. ojo watir. Ada puluhan bahkan ratusan pedagang asongan yang menjajakan dagangannya. Mulai dari air mineral, aneka makanan, oleh-oleh khas daerah, cindera mata, sampai pada mainan yang dapat menghibur kita selama di perjalanan. kumplit bukan?!
Naik kereta pun menyehatkan, tak perlu cape-cape berolahraga keringat kita pun bercucuran dengan derasnya, membasahi baju membentuk parfum baru dalam badan kita. harumnya semerbak :P
Belum lagi suasana di dalam gerbong seperti kabut yang tengah turun dari atas pegunungan, mengaburkan pandangan karna sang ahli hisab tengah asik meracuni seisi gerbong dengan asap berbahayanya.

Sungguh, pengalaman yang takkan pernah terlupakan. Naik kereta api ekonomi yang sangat mengharu biru. Full inspirasi dan motivasi. Belajar dari gigihnya para penumpang dan pedangan asongan yang berjuang demi mengejar sebuah harapan. Penumpang yang rela bertahan dan bersabar demi mencapai ibukota demi menjemput asa serta para pedagang yang tidak mengenal waktu, siang malam senantiasa terjaga demi mencari rejeki yang halal demi menafkahi keluarga tercinta.
Maha Suci Allah, yang senantiasa menyisipkan pesan atas segala peristiwa yang tengah terjadi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.